Distamben Audit Tambang

Senin, 07-04-2008 | 00:50:20

• Amdalnya Tak Kunjung Selesai

BANJARBARU, BPOST – Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kalsel akhirnya melakukan audit tambang intan di areal PT Galuh Cempaka, di Banjarbaru, Maret Lalu.

Sebelumnya, pihak dinas mengakui tidak dapat mengawasi secara maksimal proses pertambangan intan oleh perusahaan itu, dengan alasan terkait izin Kontrak Karya (KK) dari pemerintah pusat,

Seiring ramainya desakan warga sekitar tambang, yang didukung DPRD Kalsel agar Galuh Cempaka memperbiki kerusakan lingkungan, dinas ini pun menyikapinya.

“Kami sudah lakukan audit tambang dan sekarang masih berlangsung. Di sana, kami melihat bagaimana proses penambangan intan yang selama ini terus terang tidak pernah kami ketahui secara rinci,” terang Ali Muzanie, Kadistamben Kalsel.

Pihaknya, ujar Ali membentuk tim khusus, terdiri dari 10 orang ahli pertambangan. Para ahli inilah yang meneliti proses mulai dari lingkungan di areal tambangnya sampai bagaimana intan setelah digali termasuk proses produksinya hingga bernilai mahal.

Tidak hanya pertambangan intan yang diaudit, produksi iringan dari proses pengolahan intan pun turut diteliti. Namun, penelitian ini berbeda dengan Bapedalda. Berulangkali Ali menekankan data yang terkumpul merupakan proses yang akan di olah sebagai upaya mencegah pencemaran lingkungan.

Sedangkan Bapedalda, menurut Ali lebih banyak melihat hasil dari proses penambangan intan. Mantan Kadistam Kabupaten Banjar tersebut tak menampik pengawasan tambang intan masih lemah dan tak terkontrol. Tidak heran, jika kemudian ada tuntutan warga agar menghentikan sementara kegiatan tambang Galuh Cempaka ini.

Manager Tambang PT Galuh Cempaka, Ary Haryono, mengelak jika pihaknya saat ini sedang diaudit, kendati mengakui ada tim Distamben Kalsel melihat proses penambangan. “Ya, hanya semacam inspeksi tambang biasa saja lah, bukan audit,” ujarnya.

Menurut Ary, tim diperkenankan memasuki areal tambang, namun ada sejumlah tempat yang tidak bisa dimasuki seperti diamond house (rumah intan). Tempat itu merupakan proses pemasakan intan mentah. Alasannya, di sana zona steril yang hanya dapat dimasuki ahlinya para pengolah intan.

Mengenai dokumen Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) lebih dari enam bulan tak juga selesai, Ary menyatakan, konsultan dari PPLH Unlam menjanjikan pekan ini. (niz)
Pemerintah Tak Berdaya

Manajer Kampanye dan Advokasi Kebijakan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalsel, Rakhmad Mulyadi, menyatakan pelanggaran oleh PT Galuh Cempaka, tidak saja merusak lingkungan tetapi juga merongrong wibawa pemerintah daerah.

Kewenangan mengeluarkan izin oleh pemerintah pusat, membuat pemerintah daerah tidak berdaya.

Menurut aktivis yang akrab disapa Abu ini, surat dari Dirjen Pertambangan Umum Departemen Pertambangan dan ESDM RI agar PT Galuh Cempaka diberi kesempatan setahun lagi eksploitasi, menunjukan upaya intervensi kebijakan kepala daerah.

Abu mempertanyakan apakah kedudukan Dirjen setingkat atau sejajar dengan Gubernur. Padahal, kewajiban kepala daerah menjaga dan menyelamatkan masyarakat di daerahnya dari keterancaman hidup.

Jika investasi, terutama investasi luar negeri hanya memberikan kontribusi bencana dan mengancam kehidupan masyarakat yang lebih luas, selayaknya dihentikan. (niz)

Asal ngomong

Hari ini aku lihat dimana- mana di SPBU begitu panjang antrian para pengendara yang mo mengisi bahan bakarnya. katanya seh langka…. katanya seh pemerintah sengaja mengurangi distribusi bahan bakar biar mengurangi emisi. tapi apa bener tuh langka….? apa bener tuh upaya pengurangan emisi. kalau iya langka kenapa ngga di hemat aja, batasin dong jumlah pembelian. jangan sampai ada yang menimbun, kaya tadi siang ku-lihat banyak aja tuh pedagang bensin eceran yang bawa tangki/ giregen masih aja dilayani. padahal mereka tuh menurut saya ada indikasi ke penimbunan, karena mereka tau sekarang lagi susah nyari bensin. kenapa saya bilang mahal.. karena hari ini aku beli bensin di eceran seharga Rp 7000,./liternya. terus kalau mau mengurangi emisi kendaraan bermotor, batasin aja penjualan mobil dan motor. jangan prosuksi aja terus.

Memang kalau orang kecil yang ngomong, ya.. kayak gini.. ngga di denger. sampai kapan kita harus seperti ini, jadi permainan para penguasa bisnis yang selalu mengorbankan rakyat demi kepentingannya.

Negara ini sebenarnya maunya apa ya? masa untuk menuntut hak saja kita haru demo dulu. mau ngisi bensin kudu ngantri berjam- jam.

Mungkin kita tunggu saja ledakan kemarahan rakyat yang diwujudkan dengan tidak di anggapnya lagi keberdaan pemerintah. atau mungkin yang lebih buruk akan adalagi revormasi.

tolong yang baca artikel ini sambil senyum aja ya…

Stop Penjualan Meratus ke Industri

Minggu, 09-12-2007 | 01:20:53
  • Negara Berkembang seperti Tank Negara Industri

BANJARBARU, BPOST – Konfrensi internasional pemanasan global (Conference of Parties of the United Nations Framework Convention on Climate Change/COP 13 UNFCCC) di Bali 3 sampai 14 Desember ini dinilai tak memihak pada kelestarian lingkungan.

Sebaliknya, pertemuan tersebut justru melahirkan dagelan lingkungan yang dimainkan oleh kelompok industri besar di negara maju dengan dalih perdagangan karbon tak terkecuali hutan Meratus di Kalsel.

Sebanyak 10 organisasi pecinta alam di Kalsel melakukan aksi damai menolak kebijakan tersebut Sabtu (8/12). Aksi digelar Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalsel, Green Student Movement (GSM), Sahabat Walhi (sawa), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

Juga diikutu Mapala Graminea, Mapala Fakultas Teknik Unlam, Mapala STIBA, Himpunan Petani Palam (Himpal), Forum Pedagang Kaki Lima Murjani (Forkamu) dan Persatuan Pedagang Kaki Lima Panglima Batur (Perkabat).

Selain menyebarkan selebaran berupa imbauan menolak perdagangan karbon di jalan A Yani kilometer 34 depan Taman Air Mancur Banjarbaru, para aktivis lingkungan itu juga menggelar teatrikal. Puluhan aktivis terlihat meresapi vitalnya Meratus bagi kehidupan rakyat Kalsel.abu.jpg

Aksi diawali ketika kehidupan alam pada gugusan hutan Pegunungan Meratus aman dan tentram yang ditunjukkan dengan enam orang berpakaian dengan tulisan huruf-huruf merangkai kata Meratus. Kondisi ini dilihat dari betapa gembiranya penduduk di sekitarnya, bernyanyi dengan wajah berseri-seri.

Namun kegembiraan itu berubah seketika ketika ada perusak lingkungan yang digambarkan dengan sosok setan dengan wajah hitam legam mengobar-abrik kawasan Meratus.

Setiap jengkal lahan di Meratus dicaplok dengan beringasnya demi kepentingan industri, di sinilah perdagangan karbon dideskripsikan sangat merusak kehidupan.

Rakhmad Mulyadi koordinator aksi menyatakan aksi dilakukan serentak se Indonesia. Setiap daerah mengusung tema yang sama dengan cakupan lokalnya masing-masing.

“Penyelamatan hutan Meratus adalah harga mati. Kedepankan rakyat dan selamatkan tanpa melalui mekanisme pasar dengan menjual kawasan tersebut kepada negara industri di Utara beserta perusahaannya demi eksploitasi. Walau itu dengan label konservasi,” tegasnya. niz

Motor Antik

Ini adalah motor (Kendaraan) penyandang cacat di Banjarbaru Kalimantan Selatan. Gambar ini di ambil sewaktu ada event yang di selenggarakan sendiri oleh organisasi penyandang cacat di Banjarbaru.

modip.jpgSaya melihat mereka, para penyandang cacat ini mempunyai kepercayaan diri yang tinggi dan mereka juga mempunyai rasa solidaritas yang besar terhadap sesamanya (penyandang cacat).

Penyandang cacat yang saya temui pada waktu acara ini waktu itu. Ada penyandang tuna netra, penyadangang tuna rungu dan tuna daksa.

Posted in Image. 8 Comments »

Menyambut Hari Kemerdekaan

Bicara hari kemerdekaan, tidak lama lagi Agustus sudah tiba, dan hari peringatan akan dirayakan Masyarakat Indonesia diseluruh nusantara. Berbagai macam kegiatan dan cara pelaksanaan peringatan hari kemerdekaan tersebut. Mulai dari lomba saja, ada berbagai lomba yang biasanya sering kita lihat dihari kemerdekaan. Misalnya lomba naik pohon pinang atau lebih dikenal dengan naik pinang, ada lagi lomba tarik tambang, yang ini tidak kalah serunya dengan lomba naik pinang, dan loba tarik tambang ini sebenarnya ada mempunyai kesamaan. Kenapa sama, karena cara untuk mendapatkan hadiahnya harus berkelompok. Naik pinang harus berkelompok untuk bisa sampai kepuncak, lalu mengambil hadiah sudah disediakan diatas pohon pinang. Nah kalau tarik tambang, sama hal nya naik pinang, ditarik tambang pun berkelompok untuk memenangkan lomba. Ada lagi berbagai lomba juga tidak kalah menariknya dengan nak pinang dan tarik tambang tadi. Misalnya lomba balap karung, lomba mengisi air kedalam botol, lomba bawa kelereng yang ditaruh diatas sendok, kemudian ada juga loba memukul kaleng dengan mata tertutup, atau loba mengigit uang recehan logam yang ditempelkan pada buah kelapa atau jeruk bali biasanya. Nah kalau melihat banyaknya acara hiburan tadi tentunya sangat menarik bukan? Dan tentunya kita tidak ketinggalan untuk melihatnya, sekalian turut merayakan hari kemerdekaan kita. Walaupun sebenarnya, kita masyarakat indonesia, belum benar- benar merdeka, ah saya tidak ingin membahas ini terlalu panjang, karena bukan itu yang ingin saya ceritakan.

 

Mungkin saya akan kembali ketema tulisan ini, yaitu menyambut hari kemerdekaan. Bicara soal perayaan, sudah ada banyak mungkin yang saya berikan gambaran perayaan. Dan itu tentunya sudah sangat umum dan biasa saja. Saya mau menceritakan kebiasaan lain, yang biasnya dijadikan kebiasaan atau tradisi komunitas pecinta alam (PA) di Kalsel dalam merayakan hari kemerdekaan, tujuh belas agustus. Apa yang dilakukan komuitas PA Kalsel tadi? Yang mereka lakukan adalah, melakukan pendakian bersama kegunung halau- halau, kabupaten hulu sungai utara kalsel. Gunung batu besar tersebut adalah merupakan pegunungan tertinggi di Kalimantan Selatan, dengan ketinggian 1907 mdpl. Selain melakukan pendakian di gunung itu, para PA ini juga melakukan kegiatan sosial kemasyarakat di desa sekitar gunung halau- halau tadi. Baik itu kegiatan bagi- bagi sembako dan pakaian, atau gotong royong membersihkan balai desa dan balai adat. Kebetulan masyarakat disana adalah masyrakata adat, yang sampai saat ini masih menjaga kelestarian adatnya. Ada banyak balai adat disana, yang fungsinya dijadikan tempat berbagai ritual adat.

 

Pendakian bersama ini, selain dalam rangka merayakan hari kemerdekaan RI dipuncak gunung, bagi PA itu sendiri adalah sebagai wadah menjalin komunikasi antar PA yang merupakan anggota baru, dan tentunya tidak ketinggalan juga para senior yang memanfaatkan momen ini untuk bernostalgia. Dan hal yang paling terpenting adalah, mendekat diri pada masyarakat disekitar pegunungan ini yang notabane jauh dari kota. Selain itu juga demi menumbuhkan kepekaan sosial para PA pada masyarakat kaum minoritas. TOBECONTENUED

Burung apa?

burung.jpg

Posted in Image. 15 Comments »

Gua Pecinta Alam?

Melakukan aktivitas di alam bebas merupakan kebahagian yang beda baguku, dibandingkan dengan acara nonton musik di acara festipal atau apalah yang tempatnya biasanya di tengah keramaian kota yang sangat bising. Sedangkan di alam bebas katakan saja hutan atau perkampungan dan dusun, kita bisa nikmati keindahan alam yang bebas dengan udara yang segar dan hangatnya sambutan warga dusun. Sungguh pengalaman yang sangat indah dan berharga bisa mngenal mereka, yang hidupnya dilewati dengan segala kesederhanaan dan kepolosan.

Kenapa aku senang melakukan perjalanan dan pendakian gunung atau bukit, ya karena apa yang aku temukan di gunung tentunya tidak bisa aku dapatkan di supermarket dan tempat nongkrongku dikota. Rinkas kata melakukan petualangan di alam bebas itu adalah aktivitas yang tidak membosankan dan banyak cerita yang bisa kita share pada teman dan orang lain.

Seperti banyak orang mengatakan bahwa orang yang sering beraktivitas di alam bebas bisa di sebut PA (Pecinta Alam), kenapa dibilang begitu mungkin karena di anggap sudah jatuh cinta pada alam atau pecinta alam adalah orang yang peduli kepada alam secara utuh dalam artian selalu membela hak- hak lingkungan hidup. Aku pun juga mo bilang aku adalah pecinta alam hanya karena aku terlalu sering naik turun gunung dan lembah mungkin. Tentunya bebas aja kan orang menyebut dirinya pecinta alam karena untuk ukuran atau standart bagi pecinta alam tidak ada. Baik dia seoarang mahasiswa yang sudah mengikui latihan dasar di mapala, remaja yang bergabung dengan orapala, siswa yang latdas terus jadi anggota sispala, pelang merah indonesia, bahkan pramuka dan orang yang Cuma sekedar hobby naik gunung. Mereka juga berhak mengakku sebagai pecinta alam karena tidak ada yang melarang.

Kembali ke soal pengalaman aku selama ini dalam hal turub naik gunung, mungkin ada baiknya aku ceritakan kapan aku mulai naksir yang namanya gunung dan hutan. Cerita begini, waktu itu aku kenal dengan seoarang pelatih pramuka di smun di martapura yang juga merupakan orang di kampungku. Walaupun sebenarnya satu kampung tapi sebelumnya kami tidak saling tau. Dan lucunya perkenalan kami di karenakan aku sering main radio 2 ban atau brik- brik kan (orari). Dan itu pun setelah cukup lama seringnya berkomunikasi dengan orang tersebut. Lalu pada suatu malam aku disuruhnya datang kerumahnya setelah tau bahwa kita sekampung. Nah dari situ mulai akrab dan aku sering di ajak main ketempat nongkrongnya terus dikenalkan juga dengan teman- temannya yang sampai sekarang tambah akrab. Nah setelah dah akrab, aku di ajak naik ke gunung dengan beberapa temannya. Naik pertama itu aku masih bingung dan canggung juga, sedangkan yang lain sepertinya enjoy dan menikmati sekali. Padahal malam itu dingin dan banyak nyamuk tambah lagi gelab. Namun hanya dengan satu gitar mereka mendangkan lagu yang sangat merdu terdengar di telingaku, sembari disela- sela kekosongan ada yang bercanda gurau menambah hangatnya malam.

Malam itu aku sudah langsung bisa beradapatasi dengan dunia baruku yang tidak ada sebelumnya dalam hidupku, dan aku sangat menikmatinya. Terus sejak saat itu aku mulai ketagihan dan selalu ingin kemabali dan menikmati kilau bintang dari lembah yang disertai dengan hembusan angin malam, paginya menatap pajar yang menyambut hari dengan senyuman namun nampak malu dibalik awan. Oh betapa besar ciptaan Tuhan karena dengan kekuasaannya alam semesta ini diciptakan. Aku puas aku menikmati betapa indah alam itu, yang telah membuat aku lupa akan masalah yang ada. Walaupun waktu itu aku harus berjalan tiga kilometerr namun tak terasa karena segar, sejuk alam yang asli menambah inergi bagiku.

Setelah semakin sering aku kesana dan bahkan setiap akhir pekan aku tidak pernah ketinggalan, tidak perduli modal di kantong cukup atau tidak yang pasti aku harus hadir. Karena kalau ketinggalan ibarat baca buku satu edisi hilang kalau tidak tampil.

Ok akan sangat panjang cerinya kalau semua pengalamanku ditulis, namun secara singkat sudah tergambarkan walau sedikit kenapa aku akhirnya jatuh cinta pada yang namanya alam. Yang membawaku pada sebuah organisasi pecinta alam yang baru berdiri dan namanya adalah KADIPA yang ternyata sekarang sudah angkatan ketujuh. Untuk menjadi anggota aku harus mengikuti latihan dasar. Sampai mendapatkan selayar, punya nomor registerasi anggota dan dilantik.

Cukup dulu cerita organisasinya sekarang aku mau ceritain soal kemana aja aku sudah pijakkan kakiku. Mungkin akan aku mulai dari gunung kahung yang mempunyai air terjun yang cukup indah dengan alamnya yang cantik. Kemudian gunung halau- halau yang ketinggiannya merupakan gunung tertinggi di Kalsel, yang perjalanannya harus di tempuh selama dua hari berjalan kaki dengan melewati lembah dan bukit, sungai, semak berduri. Atau gunung haug yang perjalanannya harus di lewati dengan lutut yang hampir menyentuh muka (wajah). Sungai durian dengan hutan belantaranya yang menyebabkan aku harus sakit selama dua bulan sepulangnya. Dan tentunya masih banyak lagi pegunungan di Kalsel. Namun ada juga yang lumayan berkesan saat ekspidisi di Sulawesi Selatan (Ujung pandang). Disana lebih parah lagi, waktu perjalanan ditempuh lima hari dengan berjalan kaki. Waktu itu rutenya adalah maros ke malino, karena aku juga nebeng ma anak- anak disana yang kebetulan mau diksar dan melakukan survey, aku manfaatin aja buat ikutan, biar tau aja gimana rasanya pendakian di tempat orang. Ternyata asyik juga, karena berbagai ragam budaya, kampung dusun yang di lewati, sangat menarik. Namun sayang aku tidak bisa naik ke gunung Bawakaraeng karena saat itu ada kebakaran.

Dalam tulisan ini hanya sdikit cerita yang dapat aku tulis karena tidak semua hal atau kejadian yang dapat aku ingat. Dan karena aku juga sangat susah menuangkan cerita dalam tulisan….

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.