Distamben Audit Tambang

Senin, 07-04-2008 | 00:50:20

• Amdalnya Tak Kunjung Selesai

BANJARBARU, BPOST – Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kalsel akhirnya melakukan audit tambang intan di areal PT Galuh Cempaka, di Banjarbaru, Maret Lalu.

Sebelumnya, pihak dinas mengakui tidak dapat mengawasi secara maksimal proses pertambangan intan oleh perusahaan itu, dengan alasan terkait izin Kontrak Karya (KK) dari pemerintah pusat,

Seiring ramainya desakan warga sekitar tambang, yang didukung DPRD Kalsel agar Galuh Cempaka memperbiki kerusakan lingkungan, dinas ini pun menyikapinya.

“Kami sudah lakukan audit tambang dan sekarang masih berlangsung. Di sana, kami melihat bagaimana proses penambangan intan yang selama ini terus terang tidak pernah kami ketahui secara rinci,” terang Ali Muzanie, Kadistamben Kalsel.

Pihaknya, ujar Ali membentuk tim khusus, terdiri dari 10 orang ahli pertambangan. Para ahli inilah yang meneliti proses mulai dari lingkungan di areal tambangnya sampai bagaimana intan setelah digali termasuk proses produksinya hingga bernilai mahal.

Tidak hanya pertambangan intan yang diaudit, produksi iringan dari proses pengolahan intan pun turut diteliti. Namun, penelitian ini berbeda dengan Bapedalda. Berulangkali Ali menekankan data yang terkumpul merupakan proses yang akan di olah sebagai upaya mencegah pencemaran lingkungan.

Sedangkan Bapedalda, menurut Ali lebih banyak melihat hasil dari proses penambangan intan. Mantan Kadistam Kabupaten Banjar tersebut tak menampik pengawasan tambang intan masih lemah dan tak terkontrol. Tidak heran, jika kemudian ada tuntutan warga agar menghentikan sementara kegiatan tambang Galuh Cempaka ini.

Manager Tambang PT Galuh Cempaka, Ary Haryono, mengelak jika pihaknya saat ini sedang diaudit, kendati mengakui ada tim Distamben Kalsel melihat proses penambangan. “Ya, hanya semacam inspeksi tambang biasa saja lah, bukan audit,” ujarnya.

Menurut Ary, tim diperkenankan memasuki areal tambang, namun ada sejumlah tempat yang tidak bisa dimasuki seperti diamond house (rumah intan). Tempat itu merupakan proses pemasakan intan mentah. Alasannya, di sana zona steril yang hanya dapat dimasuki ahlinya para pengolah intan.

Mengenai dokumen Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) lebih dari enam bulan tak juga selesai, Ary menyatakan, konsultan dari PPLH Unlam menjanjikan pekan ini. (niz)
Pemerintah Tak Berdaya

Manajer Kampanye dan Advokasi Kebijakan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalsel, Rakhmad Mulyadi, menyatakan pelanggaran oleh PT Galuh Cempaka, tidak saja merusak lingkungan tetapi juga merongrong wibawa pemerintah daerah.

Kewenangan mengeluarkan izin oleh pemerintah pusat, membuat pemerintah daerah tidak berdaya.

Menurut aktivis yang akrab disapa Abu ini, surat dari Dirjen Pertambangan Umum Departemen Pertambangan dan ESDM RI agar PT Galuh Cempaka diberi kesempatan setahun lagi eksploitasi, menunjukan upaya intervensi kebijakan kepala daerah.

Abu mempertanyakan apakah kedudukan Dirjen setingkat atau sejajar dengan Gubernur. Padahal, kewajiban kepala daerah menjaga dan menyelamatkan masyarakat di daerahnya dari keterancaman hidup.

Jika investasi, terutama investasi luar negeri hanya memberikan kontribusi bencana dan mengancam kehidupan masyarakat yang lebih luas, selayaknya dihentikan. (niz)

Asal ngomong

Hari ini aku lihat dimana- mana di SPBU begitu panjang antrian para pengendara yang mo mengisi bahan bakarnya. katanya seh langka…. katanya seh pemerintah sengaja mengurangi distribusi bahan bakar biar mengurangi emisi. tapi apa bener tuh langka….? apa bener tuh upaya pengurangan emisi. kalau iya langka kenapa ngga di hemat aja, batasin dong jumlah pembelian. jangan sampai ada yang menimbun, kaya tadi siang ku-lihat banyak aja tuh pedagang bensin eceran yang bawa tangki/ giregen masih aja dilayani. padahal mereka tuh menurut saya ada indikasi ke penimbunan, karena mereka tau sekarang lagi susah nyari bensin. kenapa saya bilang mahal.. karena hari ini aku beli bensin di eceran seharga Rp 7000,./liternya. terus kalau mau mengurangi emisi kendaraan bermotor, batasin aja penjualan mobil dan motor. jangan prosuksi aja terus.

Memang kalau orang kecil yang ngomong, ya.. kayak gini.. ngga di denger. sampai kapan kita harus seperti ini, jadi permainan para penguasa bisnis yang selalu mengorbankan rakyat demi kepentingannya.

Negara ini sebenarnya maunya apa ya? masa untuk menuntut hak saja kita haru demo dulu. mau ngisi bensin kudu ngantri berjam- jam.

Mungkin kita tunggu saja ledakan kemarahan rakyat yang diwujudkan dengan tidak di anggapnya lagi keberdaan pemerintah. atau mungkin yang lebih buruk akan adalagi revormasi.

tolong yang baca artikel ini sambil senyum aja ya…

Stop Penjualan Meratus ke Industri

Minggu, 09-12-2007 | 01:20:53
  • Negara Berkembang seperti Tank Negara Industri

BANJARBARU, BPOST – Konfrensi internasional pemanasan global (Conference of Parties of the United Nations Framework Convention on Climate Change/COP 13 UNFCCC) di Bali 3 sampai 14 Desember ini dinilai tak memihak pada kelestarian lingkungan.

Sebaliknya, pertemuan tersebut justru melahirkan dagelan lingkungan yang dimainkan oleh kelompok industri besar di negara maju dengan dalih perdagangan karbon tak terkecuali hutan Meratus di Kalsel.

Sebanyak 10 organisasi pecinta alam di Kalsel melakukan aksi damai menolak kebijakan tersebut Sabtu (8/12). Aksi digelar Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalsel, Green Student Movement (GSM), Sahabat Walhi (sawa), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

Juga diikutu Mapala Graminea, Mapala Fakultas Teknik Unlam, Mapala STIBA, Himpunan Petani Palam (Himpal), Forum Pedagang Kaki Lima Murjani (Forkamu) dan Persatuan Pedagang Kaki Lima Panglima Batur (Perkabat).

Selain menyebarkan selebaran berupa imbauan menolak perdagangan karbon di jalan A Yani kilometer 34 depan Taman Air Mancur Banjarbaru, para aktivis lingkungan itu juga menggelar teatrikal. Puluhan aktivis terlihat meresapi vitalnya Meratus bagi kehidupan rakyat Kalsel.abu.jpg

Aksi diawali ketika kehidupan alam pada gugusan hutan Pegunungan Meratus aman dan tentram yang ditunjukkan dengan enam orang berpakaian dengan tulisan huruf-huruf merangkai kata Meratus. Kondisi ini dilihat dari betapa gembiranya penduduk di sekitarnya, bernyanyi dengan wajah berseri-seri.

Namun kegembiraan itu berubah seketika ketika ada perusak lingkungan yang digambarkan dengan sosok setan dengan wajah hitam legam mengobar-abrik kawasan Meratus.

Setiap jengkal lahan di Meratus dicaplok dengan beringasnya demi kepentingan industri, di sinilah perdagangan karbon dideskripsikan sangat merusak kehidupan.

Rakhmad Mulyadi koordinator aksi menyatakan aksi dilakukan serentak se Indonesia. Setiap daerah mengusung tema yang sama dengan cakupan lokalnya masing-masing.

“Penyelamatan hutan Meratus adalah harga mati. Kedepankan rakyat dan selamatkan tanpa melalui mekanisme pasar dengan menjual kawasan tersebut kepada negara industri di Utara beserta perusahaannya demi eksploitasi. Walau itu dengan label konservasi,” tegasnya. niz

Motor Antik

Ini adalah motor (Kendaraan) penyandang cacat di Banjarbaru Kalimantan Selatan. Gambar ini di ambil sewaktu ada event yang di selenggarakan sendiri oleh organisasi penyandang cacat di Banjarbaru.

modip.jpgSaya melihat mereka, para penyandang cacat ini mempunyai kepercayaan diri yang tinggi dan mereka juga mempunyai rasa solidaritas yang besar terhadap sesamanya (penyandang cacat).

Penyandang cacat yang saya temui pada waktu acara ini waktu itu. Ada penyandang tuna netra, penyadangang tuna rungu dan tuna daksa.

Posted in Image. 8 Comments »

Menyambut Hari Kemerdekaan

Bicara hari kemerdekaan, tidak lama lagi Agustus sudah tiba, dan hari peringatan akan dirayakan Masyarakat Indonesia diseluruh nusantara. Berbagai macam kegiatan dan cara pelaksanaan peringatan hari kemerdekaan tersebut. Mulai dari lomba saja, ada berbagai lomba yang biasanya sering kita lihat dihari kemerdekaan. Misalnya lomba naik pohon pinang atau lebih dikenal dengan naik pinang, ada lagi lomba tarik tambang, yang ini tidak kalah serunya dengan lomba naik pinang, dan loba tarik tambang ini sebenarnya ada mempunyai kesamaan. Kenapa sama, karena cara untuk mendapatkan hadiahnya harus berkelompok. Naik pinang harus berkelompok untuk bisa sampai kepuncak, lalu mengambil hadiah sudah disediakan diatas pohon pinang. Nah kalau tarik tambang, sama hal nya naik pinang, ditarik tambang pun berkelompok untuk memenangkan lomba. Ada lagi berbagai lomba juga tidak kalah menariknya dengan nak pinang dan tarik tambang tadi. Misalnya lomba balap karung, lomba mengisi air kedalam botol, lomba bawa kelereng yang ditaruh diatas sendok, kemudian ada juga loba memukul kaleng dengan mata tertutup, atau loba mengigit uang recehan logam yang ditempelkan pada buah kelapa atau jeruk bali biasanya. Nah kalau melihat banyaknya acara hiburan tadi tentunya sangat menarik bukan? Dan tentunya kita tidak ketinggalan untuk melihatnya, sekalian turut merayakan hari kemerdekaan kita. Walaupun sebenarnya, kita masyarakat indonesia, belum benar- benar merdeka, ah saya tidak ingin membahas ini terlalu panjang, karena bukan itu yang ingin saya ceritakan.

 

Mungkin saya akan kembali ketema tulisan ini, yaitu menyambut hari kemerdekaan. Bicara soal perayaan, sudah ada banyak mungkin yang saya berikan gambaran perayaan. Dan itu tentunya sudah sangat umum dan biasa saja. Saya mau menceritakan kebiasaan lain, yang biasnya dijadikan kebiasaan atau tradisi komunitas pecinta alam (PA) di Kalsel dalam merayakan hari kemerdekaan, tujuh belas agustus. Apa yang dilakukan komuitas PA Kalsel tadi? Yang mereka lakukan adalah, melakukan pendakian bersama kegunung halau- halau, kabupaten hulu sungai utara kalsel. Gunung batu besar tersebut adalah merupakan pegunungan tertinggi di Kalimantan Selatan, dengan ketinggian 1907 mdpl. Selain melakukan pendakian di gunung itu, para PA ini juga melakukan kegiatan sosial kemasyarakat di desa sekitar gunung halau- halau tadi. Baik itu kegiatan bagi- bagi sembako dan pakaian, atau gotong royong membersihkan balai desa dan balai adat. Kebetulan masyarakat disana adalah masyrakata adat, yang sampai saat ini masih menjaga kelestarian adatnya. Ada banyak balai adat disana, yang fungsinya dijadikan tempat berbagai ritual adat.

 

Pendakian bersama ini, selain dalam rangka merayakan hari kemerdekaan RI dipuncak gunung, bagi PA itu sendiri adalah sebagai wadah menjalin komunikasi antar PA yang merupakan anggota baru, dan tentunya tidak ketinggalan juga para senior yang memanfaatkan momen ini untuk bernostalgia. Dan hal yang paling terpenting adalah, mendekat diri pada masyarakat disekitar pegunungan ini yang notabane jauh dari kota. Selain itu juga demi menumbuhkan kepekaan sosial para PA pada masyarakat kaum minoritas. TOBECONTENUED

Burung apa?

burung.jpg

Posted in Image. 15 Comments »

Gua Pecinta Alam?

Melakukan aktivitas di alam bebas merupakan kebahagian yang beda baguku, dibandingkan dengan acara nonton musik di acara festipal atau apalah yang tempatnya biasanya di tengah keramaian kota yang sangat bising. Sedangkan di alam bebas katakan saja hutan atau perkampungan dan dusun, kita bisa nikmati keindahan alam yang bebas dengan udara yang segar dan hangatnya sambutan warga dusun. Sungguh pengalaman yang sangat indah dan berharga bisa mngenal mereka, yang hidupnya dilewati dengan segala kesederhanaan dan kepolosan.

Kenapa aku senang melakukan perjalanan dan pendakian gunung atau bukit, ya karena apa yang aku temukan di gunung tentunya tidak bisa aku dapatkan di supermarket dan tempat nongkrongku dikota. Rinkas kata melakukan petualangan di alam bebas itu adalah aktivitas yang tidak membosankan dan banyak cerita yang bisa kita share pada teman dan orang lain.

Seperti banyak orang mengatakan bahwa orang yang sering beraktivitas di alam bebas bisa di sebut PA (Pecinta Alam), kenapa dibilang begitu mungkin karena di anggap sudah jatuh cinta pada alam atau pecinta alam adalah orang yang peduli kepada alam secara utuh dalam artian selalu membela hak- hak lingkungan hidup. Aku pun juga mo bilang aku adalah pecinta alam hanya karena aku terlalu sering naik turun gunung dan lembah mungkin. Tentunya bebas aja kan orang menyebut dirinya pecinta alam karena untuk ukuran atau standart bagi pecinta alam tidak ada. Baik dia seoarang mahasiswa yang sudah mengikui latihan dasar di mapala, remaja yang bergabung dengan orapala, siswa yang latdas terus jadi anggota sispala, pelang merah indonesia, bahkan pramuka dan orang yang Cuma sekedar hobby naik gunung. Mereka juga berhak mengakku sebagai pecinta alam karena tidak ada yang melarang.

Kembali ke soal pengalaman aku selama ini dalam hal turub naik gunung, mungkin ada baiknya aku ceritakan kapan aku mulai naksir yang namanya gunung dan hutan. Cerita begini, waktu itu aku kenal dengan seoarang pelatih pramuka di smun di martapura yang juga merupakan orang di kampungku. Walaupun sebenarnya satu kampung tapi sebelumnya kami tidak saling tau. Dan lucunya perkenalan kami di karenakan aku sering main radio 2 ban atau brik- brik kan (orari). Dan itu pun setelah cukup lama seringnya berkomunikasi dengan orang tersebut. Lalu pada suatu malam aku disuruhnya datang kerumahnya setelah tau bahwa kita sekampung. Nah dari situ mulai akrab dan aku sering di ajak main ketempat nongkrongnya terus dikenalkan juga dengan teman- temannya yang sampai sekarang tambah akrab. Nah setelah dah akrab, aku di ajak naik ke gunung dengan beberapa temannya. Naik pertama itu aku masih bingung dan canggung juga, sedangkan yang lain sepertinya enjoy dan menikmati sekali. Padahal malam itu dingin dan banyak nyamuk tambah lagi gelab. Namun hanya dengan satu gitar mereka mendangkan lagu yang sangat merdu terdengar di telingaku, sembari disela- sela kekosongan ada yang bercanda gurau menambah hangatnya malam.

Malam itu aku sudah langsung bisa beradapatasi dengan dunia baruku yang tidak ada sebelumnya dalam hidupku, dan aku sangat menikmatinya. Terus sejak saat itu aku mulai ketagihan dan selalu ingin kemabali dan menikmati kilau bintang dari lembah yang disertai dengan hembusan angin malam, paginya menatap pajar yang menyambut hari dengan senyuman namun nampak malu dibalik awan. Oh betapa besar ciptaan Tuhan karena dengan kekuasaannya alam semesta ini diciptakan. Aku puas aku menikmati betapa indah alam itu, yang telah membuat aku lupa akan masalah yang ada. Walaupun waktu itu aku harus berjalan tiga kilometerr namun tak terasa karena segar, sejuk alam yang asli menambah inergi bagiku.

Setelah semakin sering aku kesana dan bahkan setiap akhir pekan aku tidak pernah ketinggalan, tidak perduli modal di kantong cukup atau tidak yang pasti aku harus hadir. Karena kalau ketinggalan ibarat baca buku satu edisi hilang kalau tidak tampil.

Ok akan sangat panjang cerinya kalau semua pengalamanku ditulis, namun secara singkat sudah tergambarkan walau sedikit kenapa aku akhirnya jatuh cinta pada yang namanya alam. Yang membawaku pada sebuah organisasi pecinta alam yang baru berdiri dan namanya adalah KADIPA yang ternyata sekarang sudah angkatan ketujuh. Untuk menjadi anggota aku harus mengikuti latihan dasar. Sampai mendapatkan selayar, punya nomor registerasi anggota dan dilantik.

Cukup dulu cerita organisasinya sekarang aku mau ceritain soal kemana aja aku sudah pijakkan kakiku. Mungkin akan aku mulai dari gunung kahung yang mempunyai air terjun yang cukup indah dengan alamnya yang cantik. Kemudian gunung halau- halau yang ketinggiannya merupakan gunung tertinggi di Kalsel, yang perjalanannya harus di tempuh selama dua hari berjalan kaki dengan melewati lembah dan bukit, sungai, semak berduri. Atau gunung haug yang perjalanannya harus di lewati dengan lutut yang hampir menyentuh muka (wajah). Sungai durian dengan hutan belantaranya yang menyebabkan aku harus sakit selama dua bulan sepulangnya. Dan tentunya masih banyak lagi pegunungan di Kalsel. Namun ada juga yang lumayan berkesan saat ekspidisi di Sulawesi Selatan (Ujung pandang). Disana lebih parah lagi, waktu perjalanan ditempuh lima hari dengan berjalan kaki. Waktu itu rutenya adalah maros ke malino, karena aku juga nebeng ma anak- anak disana yang kebetulan mau diksar dan melakukan survey, aku manfaatin aja buat ikutan, biar tau aja gimana rasanya pendakian di tempat orang. Ternyata asyik juga, karena berbagai ragam budaya, kampung dusun yang di lewati, sangat menarik. Namun sayang aku tidak bisa naik ke gunung Bawakaraeng karena saat itu ada kebakaran.

Dalam tulisan ini hanya sdikit cerita yang dapat aku tulis karena tidak semua hal atau kejadian yang dapat aku ingat. Dan karena aku juga sangat susah menuangkan cerita dalam tulisan….

Kesadaran mencintai lingkungan

Bicara cinta lingkungan mungkin tidak cukup satu halaman untuk dibahas. Karena bicara mencintai lingkungan mungkin menyangkut juga watak dan cara berpikir. Sebab tindakan muncul dari pikiran, kepedulian muncul dari kesadaran, sadar karena berpikir.

Namun dibilang tidak berpikir juga tidak mungkin, mau dibilang tidak sadar juga kurang tepat. Akan tetapi sepertinya lebih bagusnya kita katakan kepedulian yang kurang terhadap lingkungan mungkin.

Jadi haruskah dimunculkan Perda agar Masyarakat dipaksa peduli terhadap lingkungan seperti halnya Perda Jumat. Namun apakah Perda dapat menjawab yang pasti dengan kekuatan hukum yang diatur dalam Perda Lingkungan tentunya sedikit banyak pasti berpengaruh. Memang apa yang sudah dilakukan Pemerintah selama ini cukup baik, akan tetapi kalau Masyarakatnya tidak mendukung. Tentu semua itu akan sia sia, kalau sudah seperti itu maka jawabannya adalah dibuatnya aturan khusus yang melindungi kepentingan lingkungan Perda misalnya, yang isinya memuat peraturan peraturan yang melindungi hak lingkungan. Contoh ;

Dilarang membuang sampah selain ditempat yang sudah disediakan

Mewajibkan sopir sopir taksi agar menyediakan tempat sampah didalam mobilnya

Sangsi ;

Denda atau dihukum karena sudah membuang sampah sembarangan

Pidana Hukuman …tahun karena sudah melakukan pengrusakan lingkungan.

Akan tetapi kalimat diatas hanya contoh apabila Perda merupakan jawaban, agar Masyarakat melihat bahwa kelestarian lingkungan adalah hal yang sangat serius, sehingga Masyarakatpun dengan sendirinya akan terbiasa dan mugkin juga akan lebih beripikir kalau akan melakukan hal hal yang merugikan lingkungan dan dirinya.

Semua itu mungkin hanya sedikit keluhanku terhadap Masyarakat dan Pemerintah Kalsel yang kepeduliannya terhadap lingkungan bisa dikatakan kecil.

Maka bagi kita semua yang peduli akan lingkungan lakukan yang terbaik untuk lingkungan, dan serukanlah kepada orang lain agar mereka mempedulikan nasib lingkungan. Atau mulailah dari kita sendiri, biasakan tidak membuang sampah sembarangan, kurangi pemakaian bahan plastik dan sejenisnya karena sampah plastik merupakan bahan yang tidak mudah rusak, kurangi pemakaian energi/ listrik berlebihan, maka anda sudah peduli lingkngan.

Jadilah orang yang mencintai lingkungan demi masa depan generasi/ keluarga kita (anak cucu).

Batubara dan dampak yang ditimbulkan.

Selama ini batubara di Kalimantan Selatan merupakan mahkota dimata Nasional maupun Internasional. Betapa tidak, hasil batubara bara yang diekspor keluar negeri sudah melampawi target yang ditentukan. Batubara juga sudah banyak menyerap investor investor asing yang sudah menanamkan modalnya diusaha pertambangan di Kalimantan Selatan ini.

Akan tetapi batubara juga sudah banyak menyumbang terjadinya kerusakan lingkungan yang mengakibatkan terjadinya bencana banjir dan tanah longsor. Walaupun mereka para pengusaha selalu mengatakan kami sangat memperhatikan lingkungan. Kami sudah melakukan reklamasi, reboisasi dan macam macamlah.

Namun kenyataannya tidak seperti itu, kejadian yang selama ini dirasakan Masyarakat adala bukti bahwa pertambangan sudah banyak merugikan Masyarakat daripada menguntungkan.

Namun kalau kita mau bicara untung rugi, maka sudah jelas Masyarakatlah yang paling dirugikan. Betapa tidak, debu yang ditimbulakan oleh aktivitas pertambangan sudah banyak menyebabkan munculnya penyakit gangguan pernapasan/ isfa.

Sedangkan Pemerintah, sepertinya tidak peduli dengan kenyataan yang sudah menimpa Masyarakatnya. Hanya demi PAD masyarakat harus dikalahkan, masyarakat harus menerima dampak burknya.

Ternyata dampak yang ditimbulkan oleh pertamabangan bukan hanya menurunnya kualitas kesehatan fisik akan tetapi juga berdampak pada kesehatan jiwa dan cara berpikir yang sehingga tidak ada lagi nurani.

Sudah jelas batubara sangat merugikan Masyarakat, mulai dari aktivitas dilokasi pertambangan, pengangkutan, sampai stockpile. Namun mungkin dengan alasan PAD Pemerintah jadi buta. Walaupun tercatat kecelakaan lalulintas yang diakibatkan oleh truk batubara selama ini sangat besar.

Lalu pertanyaannya adalah, sampai kapan kejadian ini terus berlangsung. Apakah sampai bumi Antasari ini berubah menjadi gurun, atau sampai Masyarakat mati. Tidak cukupkah bukti yang ada, sehingga Pemerintah masih mencari cari dan meraba raba bahwa tambang adalah penyumbang kerusakan lingkungan dan mental Masyarakat di Kalsel.

Teragis memang tapi inilah kenyataan yang harus kita hadapi, apakah kita harus diam sambil menunggu mereka para pemimpin dan wakil rakyat sadar. Dan membuka mata yang sudah ditutupi oleh uang dengan bahasa lainnya adalah PAD.

Sebuah kalimat yang pantas diucapkan dan dilakukan adalah, mari kita Masyarakat Kalsel bersama sama tolak tambang, dan semua bentuk kekerasan.

Aksi Penolakan Penggunaan Jl. Japri zam zam sebagai lintasan truk batubara

Alur Proses

Terinisiasinya aksi Masyarakat karena adanya kebijakan Gubernur Kalimantan Selatan Rudi Arifin, yang memperbolehkan truk angkutan batubara beroperasi selama 24 jam.

Aksi ini dilakukan warga dengan tulus karena selama ini warga merasa terganggu dengan aktivitas truk batubara yang melintas dijalan Japri zam zam.

Warga juga merasa dengan melintasnya truk batubara dikampung mereka tidak membawa keberuntungan malah menambah bencana bagi Masyarakat. Dengan melintasnya batubara dikampung mereka malah menimbulkan keresahan dan rasa tidak nyaman, serta dampak yang akan ditimbulkannya mendatang juga merugikan kesehatan misalnya gangguan pernapasan karena menghirup udara yang ditimbulkan oleh truk batubara yang melintas (NS. Warga).

Bukan hanya menuntut tidak diperbolehkannya truk batbara melintas dijalan Japri zam zam saja, akan tetapi warga juga menuntut agar angkutan batubara tidak menggunakan jalan negar, sesuai dengan UU Pertambangan no 11, bahwa untuk aktivitas pengangkutan batubara pengusaha pertambangan harus membuat jalan sendiri. Tidak seperti sekarang.

Masyarakat Japri zam zam yang tergabung dari 18 Rt sudah melakukan dialog dialog dan mengirim surat ke:

o KaPoslek

o Kecamatan

o Walikota

o DPRD tk II Kota Banjarmasin

o Gubernur Kalimantan Selatan

o DPRD I Kalimantan

o POLDA

o POLTABES

Pada tanggal 22 April Masyarakat Penutup Jl. Japri zam zam karena merasa aspirasi mereka tidak ditanggapi.

Masyarakat melakukan aksi dengan damai diikuti oleh ratusan warga, diantaranya Ibu ibu, anak anak, pemuda, bapak bapak Bersama anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan yang juga merupakan warga Japri zam zam.

Selama satu minggu Masyarakat menutup jalan akhirnya dikeluarkan peraturan oleh Dir Lantas Kalimantan Selatan, yang isinya mengatur lalu lintas angkutan batubara dan didalamnya juga mengatur bahwa truk angkutan batubara dilarang melintasi Jl. Japri zam zam.

Budaya Cinta Lingkungan

Bumi dan isinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, yang telah dititipkanNya kepada kita manusia untuk menjaganya. Akan tetapi terkadang manusia suka lupa dengan tanggung jawabnya sebagai manusi yang dikaruniai indra untuk selalu berbuat baik, termasuk didalamnya menjaga lingkungan hidup.

Lingkungan yang kian tahun semakin rusak karena ulah manusi, manusia yang seharusnya menjaga dan melestarikan. Yang pada akhirnya terjadilah bencana sebagai dampak dari perbuatannya. Banjir misalnya yang menenggelamkan lahan pertanian dan rumah, longsor yang juga banyak memakan korban jiwa. Bencana ini tentunya tidak datang dengan sendiri kalau bukan karena sebab.

Seharusnya mungkin kita perlu tanamkan dari dini kepada masyarakat kita bahwa sebenarnya merupakan kewajiban setiap manusia menjaga lingkungan. Dan pendidikan lingkungan ini sepertinya sudah seharusnya masuk kedalam mata pelajaran ataupun mata kuliah, sehingga yang namanya pengetahuan lingkungan ini sangat berperan pada usaha kita melakukan penyadaran lingkungan terhadap masyarakat. Dengan tidak mengurangi porsi kampanye kita yang sudah lakukan selama ini.

Pendidikan lingkungan itu perlu dan penting, ini demi terwujudnya Indonesia sebagai negara yang bersih dan mencintai lingkungan. Dengan adanya pendidikan lingkungan harapannya adala, yang paling kecil saja dulu, tidak ada lagi orang yang membuang sampah dijalan ataupun dilingkungan sekitarnya. Kesadaran tersebut akan terjadi apabila kita semua sungguh sungguh melakukannya, demi lingkungan.

Peringatan Hari BUMI

hari ini tanggal 22 April 2007, pada hari ini disetiap tahun diperingati sebagai hari bumi sedunia. berbagai macam acara dan cara orang memperingati hari bumi. ada yang membagi bagikan seleberan yang isinya adalah himbawan agar manusia yang ada dibumi sadar bahwa usia bumi kita ini sudah sangat tua, dan kondisinya juga sudah sangat meperihatinkan. ada juga dihari bumi ini melakukan pemungutan sampah disepanjang lingkungan komplek, kampus, bahkan disepanjang jalan. ada juga yang ngadain lomba puisi tentang lingkuangan, diskusi lingkungan dll. akan tetapi apakah kesadarang peduli lingkungan ini hanya timbul pada saat diperingatinya hari bumi ataupun pada hari liingkungan tanggal 5 juni.
seharusnya karena segala sesuatu yang ada dibumi ini adalah manusia yang menentukan, mau baik atau buruk. dan sudah merupakan tanggung jawab kita bersama untuk menjaganya. kasian bumi dia tidak pernah protes mau diapain juga.

Tambang dan Rakyat

Apakah pertambangan sudah mensejahterakan rakyat seperti yang dijanjikan perusahaan atau pun pemerintah. saat ini berapa kerugian yang ditimbulkan pertamabangan kepada kita masyarakat, dengan dihaiahi debu misalnya yang mengakibatkan timbulnya penyakit gangguan pernapasan yang bahasa kerennya adalah isfa atau apalah bahasa kedokteran lainnya. kemana masyarakat akan menuntut kalau jalan yang selama ini menjadi penghubung antar daerah, tapi harus rusak. apakah kita tidak tidak terganggu dengan antrian truk batubara, dan kebut kebutan sopir tuk kejar ret retan.

katanya pertamabangan sudah menjawab kegelisahan masyarakat soal lapangan pekerjaan. memang benar akan tetapi yang bekerja di pertamabangan bukanlah seratus persen masyarakat lokal, akan tetapi kebanyakan orang pendatanglah yang mendomonasi. bersambung